RSS

Memilah dan Memilih Kebiasaan Anak

10 Dec

Image Oleh : Eki Tirtana Zamzani

Budaya membaca bagi anak-anak harus di mulai sejak dini. Sesuatu yang sering di lakukan pasti akan menjadi kebiasaan. Kebanyakan anak-anak lebih suka menonton televisi dari pada membaca sebuah tulisan. Menonton televisi bukanya tidak boleh. Tapi sebaiknya orang tua membuat jadual menonton TV bagi anak-anaknya. Karena ada temuan studi kalau terlalu lama menonton TV tidak baik bagi perkembangan anak.

TV tidak hanya memberikan hiburan semata. Selain itu bisa memberikan informasi pendidikan. Namun TV juga dapat berdampak negatif bagi pemirsa. Tayangan-tayangan yang berbau seks dan kekerasan sangat berbahaya untuk di tonton. Korbanya biasanya anak-anak yang masih belum bisa memilah dan memilih tayangan mana yang sesuai untuk usianya. Sehingga disini peran orang tua sangat di perlukan dalam menemani anaknya saat menonton TV. Karena industri pertelevisian menghendaki agar pemirsa sendiri yang dapat mendiskusikan apa yang disajikan oleh TV.

Selain itu ada temuan studi yang di siarkan dalam Archives of Pediactric and Adolieschent Medicince, terbitan maret, memberikan pujian pada orang tua yang tak mengizinkan anaknya untuk terlalu lama menonton TV karena dapat  mengakibatkan gangguan pada anaknya dalam bergaul dengan orang lain, kata pemimpin penulis study tersebut Dr Rose Richards dari university of otago. Dan juga Kami mendapati bahwa memandangi layar apa pun untuk waktu lama dapat merusak, dan menyarankan orang-tua agar berpegang pada batas waktu yang disarankan, yaitu kurang dari dua jam tindakan memandang layar setiap hari,” katanya. (surya online, 3 maret 2010)

Terlalu lamanya anak-anak menonton TV ini mungkin di sebabkan waktu mereka menonton TV dapat merasakan suatu kenyamanan dan bisa lebih rileks dari sebelum menonton TV. Karena mereka tidak membutuhkan konsentrasi saat menonton TV. Mereka  hanya bisa pasif waktu menikmati tayangan TV. Otak pun di biarkan tidak bekerja. Sehingga mereka betah berjam-jam duduk di depan TV. Sebenarnya keadaan itu cuma sebentar saja saat menonton TV. Setelah mereka tidak menonton TV akan kembali seperti semula yaitu rasa kesepian.

Sungguh sangat berbeda ketika mereka harus membaca tulisan. Mereka di tuntut untuk aktif dan mencermati kata demi kata yang di baca. Dengan membaca pasti mereka akan menemukan banyak pengetahuan yang belum diketahui sebelumnya. Membaca sangat berguna sekali dalam perkembangan otak mereka di masa perkembangan. Karena otak akan selalu aktif bekerja. Sehingga sel-sel saraf di otak juga akan selalu berfungsi dengan baik.

Jadi sangat di sayangkan apabila anak-anak hanya gemar menonton TV saja. Karena masih banyak informasi yang berupa pengetahuan baru bisa di dapatkan melalui tulisan. Dan juga dengan banyak membaca, kosa kata mereka juga akan semakin bertambah. Sehingga dapat memudahkan anak untuk berkomunikasi saat bergaul dengan teman sebayanya. Permasalahan dalam hubungan dengan anak lain pun bisa segera teratasi.

Eki Tirtana Zamzani, Mahasiswa Pendidikan Matematika IAIN Sunan Ampel Surabaya. 

Dimuat di Majalah Ideal Edisi Terakhir( Edisi ke-21) Desember 2012

 
Leave a comment

Posted by on December 10, 2012 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: